Rabu, 26 Februari 2014

Laporan Pembuatan nugget

LAPORAN KIMIA





 Disusun Oleh :
1.     Astri Maulida
2.     Bunga Rivani S
3.     Egi Patria
4.     Firas Farisyghiathysa
5.     Jonathan
6.     Ulfah Maisyaroh
7.     Yudi Madya

XII IPA-1                   

SMAN 6 Bandung

JL. Pasirkaliki no.51 telp.022-6011309
BANDUNG


2013-2014











BAB I
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai zat yang sukar digolongkan sebagai zat biasa, zat cair atau gas. Zat-zat ini dalam ilmu kimia dinamakan koloid. Contohnya antara lain susu, tinta, cat, sabun, kanji, nugget, minyak rambut bahkan udara berdebu termasuk sistem koloid.
Kimia koloid mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan dan penghidupan manusia. Proses di alam sekitar kebanyakan berhubungan dengan sistem koloid. Protoplasma dalam sel makhluk hidup merupakan suatu koloid, sehingga kimia koloid diperlukan untuk menerangkan reaksi-reaksi dalam sel. Tanah terdiri dari bahan-bahan koloid dan pemahaman tentang koloid sangat membantu dalam meningkatkan kesuburan lahan.
Sistem koloid sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, hampir semua bahan pangan mengandung partikel dengan ukuran koloid, seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Emulsi seperti susu juga termasuk koloid. Dalam bidang farmasi, kebanyakan produknya juga berupa koloid, misalnya krim, salep adalah emulsi. Dalam industri cat, semen, dan industri karet untuk membuat ban semuanya melibatkan sistem koloid. Semua bentuk seperti spray untuk serangga, cat, hair spray dan sebagainya adalah juga koloid. Dalam bidang pertanian, tanah juga dapat digolongkan sebagai koloid. Proses seperti memutihkan, menghilangkan bau, menyamak, mewarnai, pemurnian, melibatkan adsorpsi pada permukaan partikel koloid dan karena itu pemahaman sifat-sifat koloid sangat penting. Jadi, terlihat betapa pentingnya koloid dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, perlu diadakan percobaan tentang kimia koloid yang akan dibahas pada laporan ini.
Percobaan kimia koloid dalam laporan ini meliputi koagulasi yaitu peristiwa pengendapan partikel koloid; dispersi yaitu memecah butir-butir yang lebih besar menjadi butir-butir seukuran koloid; emulsi yaitu medium pendispersi dan medium terdispersi merupakan cairan yang tidak saling bercampur; koloid pelindung dengan cara menambahkan zat, seperti gelatin untuk mencegah pengendapan sehingga koloid dapat terbentuk; adsorpsi yaitu penyerapan suatu yang melekat pada permukaan.
a.      Bagaimana cara pembuatan koloid ?
b.     Bagaimana cara pembuatan nugget ?
c.      Apa saja sifat - sifat dari koloid yang terkandung dalam nugget ?
a.   Untuk mengetahui cara pembuatan koloid.
b.   Untuk mengetahui cara pembuatan nugget.
c.   Untuk mengetahui sifat- sifat dari koloid yang terkandung dalam nugget.


Untuk mendapatkan data yang kami butuhkan dalam penyusunan Laporan Hasil Percobaan ini, kami menggunakan metode sebagai berikut :
1.      Browsing Internet
Yaitu dengan cara mengambil data dari internet yang berisi keterangan tentang sistem koloid dan cara pembuatan nugget yang penulis perlukan dalam penyusunan laporan hasil percobaan ini.
2.       Observasi
Yaitu dengan cara melakukan praktek langsung pembuatan nugget setelah mendapatkan berbagai referensi.
Untuk memberikan gambaran tentang koloid khususnya kepada pelajar. Menambah wawasan tentang koloid dan sifat-sifat koloid, terutama kaitannya dengan produk makanan sehari-hari seperti nugget.
BAB II
TEORI DASAR


Pengertian Koloid
Thomas Graham (1805-1809), dalam penyelidikannya mengenai difusi larutan melalui membran telah membedakan koloid dengan kristaloid. Dari pengamatannya ternyata partikel zat dalam larutan ada yang berfungsi cepat dan lambat. Zat-zat yang mudah terdifusi umumnya membentuk kristal dalam keadaan padat, sehingga ia menyebutnya kristaloid. Contohnya NaCl dalam air. Istilah ini tidak populer karena ada zat yang bukan kristal tetapi mudah berdifusi misalnya HCl dan HNO3. Sedangkan zat-zat yang sukar berdifusi seperti lem, agar-agar, putih telur dinamakan koloid. (Bahasa Yunani kolla = perekat)
Menurut Graham kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh massa partikelnya. Makin besar massa partikel makin kecil kecepatan difusinya. Ada hubungan antara massa dan ukuran partikel. Bila massa partikel besar berarti ukurannya besar, demikian sebaliknya.
Salah satu perbedaan nyata antara koloid dan kristaloid adalah ukuran partikelnya. Berdasarkan ukuran partikel ini, campuran zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.        Kristarloid (larutan sejati)
Diameter partikelnya lebih kecil dari 1 nm (10-9m)
2.        Koloid
Diameter partikelnya antara 1 nm – 100 nm
3.        Suspensi
Diameter partikelnya lebih besar dari 100 nm
Ukuran partikel larutan sangat kecil, sehingga tidak dapat diamati oleh mikroskop, dan dapat melalui kertas saring maupun membran. Partikel koloid ukurannya terletak antara larutan dan suspensi, sehingga masih cukup kecil nutuk menembus kertas saring biasa, tetapi cukup besar untuk melewati membran atau filter ultra. Berbeda dengan larutan, partikel koloid dapat terlihat dengan mikroskop ultra.
Perbedaan antara larutan, koloid dan suspensi
No.
Jenis Perbedaan
Larutan (kristaloid)
Koloid
Suspensi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Diameter partikel
Fasa
Penyaringan:
-        Biasa
-        Membran
-        Ultra
Gerak Brown
Efek Tyndall
Pengendapan:
-        Gaya gravitasi
-        Sentifuge
Contoh:
< 1 nm
Satu fasa
Lewat
Lewat
Lewat
Tak nampak
Tak nampak
Tidak
Tidak
Larutan garam
1 nm – 100 nm
Dua fasa
Lewat
Tertahan
Tertahan
Nampak
Nampak
Mengendap
Mengendap
Tinta
> 100 nm
Dua fasa
Tertahan
Tertahan
Tertahan
Nampak
Nampak
Mengendap
Mengendap
Lumpur
Tabel klasifikasi sistem koloid
Jenis sistem
Fase Terdispersi (berukuran koloid)
Fase Pendispersi
Contoh
Busa
Busa padat
Aerosol cair
Emulsi
Emulsi padat
Aerosol padat
Sol (cair)
Sol padat
Gas
Gas
Cairan
Cairan
Cairan
Padat
Padat
Padat
Cairan
Padat
Gas
Cairan
Padat
Gas
Cairan
Padat
Busa sabun
Polistirena, foam spons
Spray serangga
Susu, kecap
Margarin
Debu, asap
Pasta gigi, suspensi tanah liat , nugget
Gelas bewarna
Sifat-sifat Koloid
Koloid mempunyai beberapa sifat yang berbeda dengan larutan. Sifat khusus koloid timbul akibat ukuran partikelnya lebih besar daripada larutan. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Sifat Fisika
Sifat-sifat fisika koloid berbeda-beda tergantung jenisnya. Pada koloid hidrofob sifat-sifat seperti rapatan, tegangan muka dan viskositas hampir sama dengan medium pendispersinya. Sedangkan koloid hidrofil karena terjadi hidrasi. Sifat-sifat fisikanya sangat berbeda dengan mediumnya. Viskositasnya lebih besar dan tegangan mukanya lebih kecil.
2.      Sifat Koligatif
Suatu koloid dalam medium cair juga mempunyai sifat koligatif. Sifat ini hanya bergantung pada jumlah partikel koloid bukan pada jenisnya. Sifat-sifat koligatif koloid umumnya lebih rendah daripada larutan sejati dengan jumlah partikel yang sama. Sifat koligatif berguna untuk menghitung konsentrasi atau jumlah partikel koloid. Kecuali pengukuran tekanan osmosa, dipakai untuk menetapkan berat molekul rata-rata koloid makromolekul.
3.      Sifat Optis
Pada tahun 1869, Tyndall menemukan bahwa apabila suatu berkas cahaya dilalukan pada larutan koloid, maka berkas cahaya tadi akan tampak. Tetapi apabila berkas cahaya yang sama dilakukan pada larutan sejati, berkas cahaya tadi tidak kelihatan. Efek ini dikenal sebagai efek Tyndall.
4.      Sifat Kinetik
Selain menunjukkan efek Tyndall,  partikel koloid bila diamati dibawah mikroskop ultra nampak sebagai bintik-bintik bercahaya yang selalu bergerak secara acak dengan jalan berliku-liku. Gerakan acak partikel koloid dalam suatu medium pendispersi ini disebut gerakan Brown.
Partikel zat terlarut akan mendifusi dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya lebih rendah. Difusi erat kaitannya dengan gerakan Brown, sehingga dapat dianggap molekul-molekul atau partikel-partikel koloid mendifusi karena gerakan Brown.
Partikel-partikel koloid mempunyai kecenderungan untuk mengendap karena pengaruh gravitasi bumi. Hal tersebut bergantung pada rapat massa partikel terhadap mediumnya. Jika rapat massa partikel lebih besar dari medium suspensinya, maka partikel tersebut akan mengendap. Sebaliknya bila rapat massanya lebih kecil akan mengapung.
5.      Sifat Listrik
Permukaan partikel koloid mempunyai muatan listrik disebabkan terjadinya ionisasi atau penyerapan ion-ion dalam larutan. Akibatnya partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik. Bergeraknya partikel-partikel koloid oleh pengaruh medan listrik ini disebut elektroforesis.
6.      Koagulasi
Suatu koloid bila dibiarkan dalam waktu tertentu akan tergantung oleh gaya gravitasi bumi, sehingga antara partikel dapat saling bergabung membentuk gumpalan yang akan mengendap didasar wadah. Peristiwa pengendapan atau penggumpalan partikel-partikel koloid ini disebut koagulasi.
7.      Adsorpsi
Partikel koloid mempunyai permukaan luas, sehingga mempunyai daya adsorpsi yang besar. Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan suatu zat, ion atau molekul yang melekat pada permukaan. Sedangkan bila penyerapan sampai ke bawah permukaan disebut absorpsi. Absorpsi adalah proses penyerapan oleh suatu benda baik berupa padatan atau cairan yang langsung keseluruh bagian benda itu.
Beberapa Macam Koloid
1.      Sol
Sol adalah dispersi koloid dimana partikel padat terdispersi dalam cairan. Sol dibagi menjadi dua, yaitu:
a.              Sol liofil
                 Pada sel liofil partikel-partikel padat akan menyerap molekul cairan (suka pelarut). Jika pelarutnya air disebut sol hidrofil.
b.             Sol liofob
                 Pada sel liofob partikel-partikel padat tidak menyerap molekul cairan (tidak suka pelarut). Jika pelarutnya air disebut hidrofob.
Pembuatan sol
-        Cara dispersi
Dilakukan dengan memecah atau menghaluskan butir-butir yang lebih besar (suspensi) menjadi butir-butir yang lebih kecil sesuai ukuran koloid.
-        Cara kondensasi
Pembuatan koloid dengan mengubah partikel-partikel kecil (larutan) menjadi partikel besar berukuran koloid.
-        Pertukaran pelarut
Suatu koloid dibuat dengan menukar atau menambahkan pelarut lain ke dalam larutan. Agar terbentuk koloid zat terlarut harus tidak larut dalam pelarut yang ditambahkan dan kedua pelarut harus bercampur sempurna.
-        Pendinginan berlebih
Suatu campuran yang terdiri dari pelarut air dan organik didinginkan, sehingga salah satu komponennya dapat membeku membentuk koloid.
2.      Emulsi
Emulsi adalah dispersi koloid dimana zat terdispersi dan medium pendispersi merupakan cairan yang tidak saling bercampur. Agar terjadi suatu campuran koloid, maka harus ditambahkan suatu bahan yang disebut zat pengemulsi atau emulgator.
3.      Gel
Gel adalah sol liofil berbentuk setengah padat. gel ini dibagi dua yaitu gek elastis dan non elastis.
-        Gel elastis (kenyal)
Gel ini setelah dihilangkan airnya (didehidrasi) dapat dibentuk kembali menjadi gel dengan penambahan air. Gel kenyal dibuat dengan melarutkan sel liofil dalam aor panas. Setelah dingin akan terbentuk gel kenyal.
-        Gel non elastis (tak kenyal)
Setelah didehidrasi gel ini tidak dapat diubah menjadi gel kembali dengan penambahan air. Dehidrasi sel ini membentuk bubuk. Gel tak kenyal dapat diperoleh dengan mencampurkan larutan garam silikat dengan HCl.
Pemurnian Koloid
1.      Dialisis
Dialisis adalah proses pemurnian atau penyaringan koloid dari ion-ion penggangu dengan menggunakan membran yang bersifat selektif.
2.      Elektrodialisis
Elektrolisis adalah proses pemurnian koloid dengan memaksa ion-ion pengganggu melewati pori-pori semipermeabel dengan bantuan medan listrik.
3.      Ultrafiltrasi
Ultrafiltrasi adalah pemurnian koloid dengan menyaring koloid menggunakan penyaring khusus dari membran. Untuk mempercepat proses penyaringan biasanya digunakan tekanan (pompa vakum). Pompa vakum digunakan untuk mempercepat suatu proses penyaringan koloid yang susah disaring dengan penyaring biasa atau memerlukan waktu yang lama jika dengan menggunakan penyaring biasa, misalnya suatu koloid berbentuk gel. (Yazid, 2005)
BAB III
METODE PENELITIAN


3.1. Alat dan Bahan
  • 500 gram daging ayam, giling/ cincang halus
  • minyak goreng
  • 3 lembar roti tawar tanpa pinggir
  • penyedap rasa ayam
  • air matang
  • 1 sdt garam
  • 2 butir telur
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 150 gram tepung roti
  • 80 gram tepung maizena
  1. Rendam roti tawar dalam air hingga lunak lalu peras dan campur dengan daging ayam, bawang putih halus, bumbu dan telur. Aduk hingga rata.
  2. Olesi loyang dengan minyak goreng, lalu masukkan adonan tersebut secara merata ke dalam loyang.
  3. Kukus adonan selama 45 menit lalu angkat dan tunggu hingga dingin.
  4. Setelah adonan cukup dingin, potong dengan bentuk sesuai selera dan elupkan ke dalam telur lalu gulingkan ke dalam tepung roti.
  5. Simpan nugget ayam yang telah anda buat dalam freezer. Saat akan disajikan, goreng nugget menggunakan minyak goreng yang telah dipanaskan hingga kuning keemasan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
                  Meneliti wujud dari bahan yang diperlukan untuk membuat nugget dan menemukan kaitannya dengan sistem koloid. Wujud awal dari daging maupun roti adalah padat. Setelah dipotong dan dihaluskan maka bentuknya menjadi lunak. Dan maka tidak lain itu dinamakan proses dispersi. Lalu, tepung yang berwujud padat dicampurkan dengan air akan berubah wujud menjadi gumpalan padat lunak
.
                       Jika kita campurkan susu (misalnya, susu instan) dengan air, ternyata susu “larut” tetapi “larutan” itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu yang tersebar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut koloid. Jika adonan kita saring maka , daging , roti , dan komponen lainnya tidak akan terpisah dari air .
                      
                       Setelah melakukan pengamatan,didapatkan bahwa mencampurkan adonan dengan sedikit air, lalu mengaduknya merupakan proses pembuatan koloid. Sedangkan kegunaan telur adalah sebagai koloid pelindung dimana agar tidak bercampur dengan tepung roti di bagian luar.
Lampiran




PENUTUP

Kesimpulan
-Komponen-komponen yang terkandung dalam nugget termasuk bahan penyusunnya merupakan bahan yang memiliki sifat koloid seperti susu dan roti.
-Dalam pembuatan nugget, termasuk didalamnya mengalami proses dispersi. Seperti perendaman roti menjadi bubur roti dan pemotongan daging ayam dari bentuk yang kompleks menjadi sederhana.
-Nugget termasuk koloid cairan dalam padat, karena nugget setelah dikukus dan digoreng akan berbentuk padat, tetapi sebelumnya nugget berbentuk adonan cair.
DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar